Minggu, 08 Januari 2012

perumpamaan rejeki..

namanya daeng iwan. supir truk. dulu ia bekerja pada keluarga kami. sebagai supir truk, tentunya. tapi sejak beberapa menit yang lalu, ia dirumahkan. ayah tidak lagi mempekerjakannya. katanya, ia malas cari rejeki. maunya hanya menunggu rejeki itu datang tanpa sedikit pun ia cari. bukan cuma ayah yang berkata seperti itu, awal, supir truk kami yang satunya, juga berkata demikian. selama ini hampir semua distribusi bahan bangunan yang menggunakan jasa daeng iwan, berasal dari awal, atau supir lain yang sering kongkow-kongkowan dengan daeng iwan. ia tidak pergi mencari sendiri apa yang bisa truknya angkut. ia tidak mencari sendiri apa yang bisa ia dan keluarganya makan. bagaikan sumur dan gayung, tidak ada sumur yang mencari gayung. gayung lah yang seharusnya mencari sumur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar