Minggu, 08 Januari 2012
kami mengarungi badai itu..
skarang lagi masa sulit. tabungan keluarga sudah menipis. sisa aset-aset tidak bergerak yang masih dipertahankan, mungkin untuk masa depan kami bersaudara.
uang jajan kami tak selega dulu. ikat pinggang, mau nggak mau tidak boleh dilonggarkan. pulsa, dipas-pasin, se-pas-pas mungkin. andaikan casing asli ini bisa dijual, lalu kubeli casing biasa yang tentu jauh lebih murah, sudah dari dulu ku lakukan, demi menambah saldo isi dompet.
oh iya, tabunganku sudah tidak pernah lagi diisi. biasanya sebulan sekali, sekedar untuk belajar menabung, tapi sekarang untuk jajan saja tidak ada. mungkin nomor rekeningku sudah berada di daftar rekening dengan saldo terendah, setiap bulan, setiap hari bahkan.
dulu, sebelum ada si kembar ijo itu, deskripsi tiga paragraf di atas juga tidak ada. sebenarnya lebih dari tiga, cuma aku tak sanggup lagi menulis yang keempat, kelima, dan seterusnya. parah ya??
hampir lupa, si kembar ijo itu adalah dua unit dump truk yang ayah beli setengah tahun lalu secara kredit. tujuannya sih bagus, menambah aset, peluang pemasukan, juga untuk meningkatkan taraf hidup keluarga di kampung. tapi mungkin persiapannya yang kurang matang, juga pengawasan yang kurang serius. alhasil, keluarga kami harus menanggung cicilan dua unit truk itu sebesar tujuh belas juta rupiah sebulan. sementara dari sisi pemasukan, gaji pensiunan ayah dan gaji pns ibu sudah pasti sangat tidak mencukupi. tabungan di beberapa bank yang awalnya masih bisa membeli satu unit mobil secara "cash", sedikit demi sedikit terkuras. hampir habis terpakai untuk menambah kekurangan cicilan yang kadang setiap bulan hanya bisa tertebus setengahnya, murni pemasukan dari truk itu sendiri.
semoga kami bisa melewati badai ini, Ya Allah. mohon kuatkan kami.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar